Kamis, Juni 23, 2011
Kisah Miris Pemulung Jakarta
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.
Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00.
Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.
Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet.
Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.
Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.
Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.
Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.
Jumat, Februari 11, 2011
11 Pelajaran Hidup
Seorang kakek tua pernah bertanya, bidang apa yang saya kuasai. Kemudian, menggeleng-geleng tanda tak puas. Beliau pun berkata, “11 hal kecil ini akan menjadi pelajaranmu seumur hidup. Dan hanya apabila kau dapat menguasainya, maka semua pelajaran yang kau dapatkan di bangku sekolah itu akan berarti…”
Maka, hari ini saya akan membaginya kepada Anda. Mari mulai belajar…
Pelajaran 1. Jangan pernah lewatkan kesempatan!
Saat ada kesempatan baik di depan Anda, pertimbangkan. Jika sesuai dengan hati, dan tak merugikan orang lain, segera hampiri kesempatan itu dan kantungi. Karena kesempatan enggak datang kedua kalinya.
Pelajaran 2. Ingatlah bahwa kita punya tujuan yang sama
Jika Anda menengok ke kanan kiri, maka Anda akan menemukan bahwa banyak orang yang berusaha sama kerasnya. Bahkan karena takut ketinggalan, seringkali persaingan berjalan tidak fair. Jangan balas hal tersebut dengan kedengkian dan tindakan yang kurang bijaksana. Ingat saja bahwa sebenarnya tujuan Anda dan dia sama. Maka, berikanlah kesempatan padanya untuk melakukan sesuai dengan apa yang dia percaya.
Pelajaran 3. Buat rencana
Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa rencana. Dan jangan pula hanya terpaku pada sebuah rencana. Ingatlah pepatah, banyak jalan menuju ke Roma.
Pelajaran 4. Jagalah kesehatan Anda
Di usia 60 tahunan kelak, mungkin masih banyak orang yang mengharapkan dan ingin mengandalkan Anda. Oleh karena itu, jagalah kesehatan dan jangan biarkan tubuh renta itu memakan semangat Anda.
Pelajaran 5. Jangan biarkan kritik menghancurkan Anda
Dengarkan kritik yang ada di sekitar Anda. Tampung yang positif dan singkirkan yang negatif.
Pelajaran 6. Milikilah harapan dan impian
Mereka yang tak pernah menggantungkan harapan dan impian setinggi langit akan kecewa. Karena ketika tak satupun dapat digapai, ia akan merasa tak mampu dan tak berdaya.
Pelajaran 7. Berpasang-pasanganlah
Manusia tak dapat hidup sendiri. Carilah pasangan Anda untuk berbagi, untuk dihormati, untuk menjaga satu sama lain.
Pelajaran 8. Jangan terburu-buru
Segala sesuatu yang terburu-buru belum tentu baik. Jadi, lakukan saja dengan cermat. Teliti setiap pekerjaan Anda, jangan mengerjakan sesuatu hanya karena memburu waktu atau jumlah. Do your best.
Pelajaran 9. Relaksasi
Ingatlah untuk berhenti sejenak dan ambil waktu untuk relaksasi ketika stress datang. Hal ini tak bisa diabaikan. Pikiran layaknya mesin yang sesekali perlu diberikan waktu untuk beristirahat. Jika dipaksa bekerja berlebihan, maka ia akan mudah rusak.
Pelajaran 10. Profesional
Apapun pekerjaan Anda nanti, lakukan dengan sepenuh hati dan profesional. Mengeluh akan gaji tak akan membantu Anda untuk maju. Tunjukkan yang terbaik, maka Anda akan diberi upah yang sepantasnya.
Pelajaran 11. Di balik hujan masih ada pelangi
Jangan biarkan jatuh dan berulang kali gagal menghentikan langkah Anda. Ingatlah, di balik kegagalan itu tentunya ada pelajaran dan pengalaman berarti yang dapat dijadikan bekal di kemudian hari.
Valentine
Bosan dengan SMS cinta lama Anda? Jangan khawatir, WomanOnly punya 25 SMS cinta terbaru spesial untuk Anda. Siap dikirim dan siap menggetarkan hati si dia.
1. Jika air adalah ciuman, aku akan kirimkan lautan. Jika pelukan adalah daun, aku akan kirimkan pohon. Jika cinta itu abadi, kutawarkan keabadian cintaku padamu!
2. Kutuliskan namamu di langit, angin meniupnya. Kutuliskan namamu di laut, badai membawanya. Kutuliskan namamu di hatiku, cinta namanya.
3. Ada 12 bulan dalam setahun, 30 hari dalam sebulan, 7 hari dalam seminggu, 60 detik dalam satu jam. Tapi hanya ada kamu seorang sepanjang hidupku.
4. Hanya ada dua alasan aku bangun setiap pagi: alarmku dan kamu!
5. Dalam benak orang bijak ada ide, solusi dan alasan. Dalam benak para ahli ada formula kimia, teori dan rumus. Di dalam benakku, hanya ada kamu!
6. Aku pernah berpikir, aku tak akan bisa mewujudkan impianku. Tapi pikiran itu sekejap hilang sejak aku melihatmu.
7. Kata dimulai dengan ABC, Angka dimulai dengan 123. Lagu dimulai dengan do re mi. Cinta dimulai dengan aku dan kamu
8. Ada samudera di lautan, ada hutan di pegunungan. Semuanya kuseberangi demi cintaku padamu, sudahkah kamu menerimanya?
9. Saat kukirimkan SMS ini aku kehabisan kata-kata. Kehabisan Baterai. Kehabisan Pulsa. Tapi cintaku ini takkan pernah habis untukmu.
10 Sherlock Holmes itu idiot! Graham Bell itu bodoh! Yang satu detektif, yang satu penemu telepon. Tapi tak seorangpun yang menemukanmu selain aku. Aku jenius ya!
11. Ah aku lupa namamu, boleh aku memanggilmu milikku? Dan kamu juga lupa namaku Kamu boleh memanggil aku milikmu kok
12. Cinta itu 4 langkah doang: 1. aku 2. kamu 3. kita 4. cinta
13. Aku mencintaimu! Jika kamu benci aku, panah saja diriku. Tapi jangan di hatiku ya, karena di situ kamu berada[break]
14. Kuminta mawar diberi-NYA taman. Kuminta setetes air diberi-NYA lautan. Kuminta malaikat diberi-NYA kamu!
15. Hei kamu! Kamu pasti pencuri karena kamu mencuri hatiku. Kamu pasti lelah karena kamu selalu berlari di pikiranku. Tapi aku kangen kamu
16. Kenapa sih kamu nggak SMS-in aku… a. Sibuk b. Lagi Nyetir c. Lupa d. kamu pengen aku kangenin kamu ya?
17. Seorang malaikat bertanya padaku, kenapa sih kamu cinta dia? Aku menjawabnya, karena tidak ada alasan untuk tidak mencintai dia
18. Aku dan kamu itu malaikat dengan satu sayap. Jadi kalau kamu nggak bisa terbang, boleh nggak sih aku menemani kamu?
19. Boleh nggak sih aku bilang aku cinta kamu hari ini? kalau besok gimana? besok lusa? besoknya besok lusa? gimana kalau selamanya?
20. Kamu bilang Hi! aku diem aja. Kamu tersenyum, aku buang muka. Kamu bilang cinta, aku nggak suka. Tapi kalau kamu bilang selamat tinggal, aku kehilangan.
21. Sahabat itu manis kalau baru. Lebih manis kalau jadi cinta. Tapi yang paling manis kalau itu adalah kamu.
22. Kalau kamu sedih nanti, telepon aku ya. Aku nggak janji bikin kamu ketawa, tapi aku janji aku akan menangis bersamamu.
23. Saat melihatmu, aku takut menyentuhmu. Saat menyentuhmu, aku takut menciummu. Saat menciummu, aku takut mencintaimu. Saat mencintaimu, aku takut kehilanganmu.
24. Andai jadi bantal, biar kau bersandar. Andai aku jadi tempat tidur, biar kau berbaring. Andai aku jadi selimut, akan kupeluk kau erat.
25. Alasan kenapa aku kangen kamu: karena kamu manis, kamu baik, kamu cakep deh, dan kamu belum SMS-in aku!
CAUTION:
Hati-hati, SMS ini bisa menyebabkan berbagai efek samping, di antaranya:
- Tidak bisa tidur
- Jantung berdebar-debar
- Kangen berlebihan
Jika terjadi indikasi di atas segera siapkan: pulsa yang banyak, dandan yang cantik dan makan malam romantis. Happy Valentine!
Jangan Benci Aku... Mah...
Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya nama Erik. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Aku berniat memberikannya kepada orang lain saja atau dititipkan di panti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.
Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa kubesarkan juga. Di tahun kedua setelah Erik dilahirkan, akupun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Kuberi nama Angel. Aku sangat menyayangi Angel, demikian juga suamiku. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Erik. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikannya, namun aku selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Suamiku selalu menuruti perkataanku.
Saat usia Angel 2 tahun, Suamiku meninggal dunia. Erik sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil sebuah tindakan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. Aku pergi meninggalkan kampung kelahiranku bersama Angel. Erik yang sedang tertidur lelap kutinggalkan begitu saja.
Kemudian aku memilih tinggal di sebuah rumah kecil setelah tanah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun………. telah berlalu sejak kejadian itu.
Kini Aku telah menikah kembali dengan Beni, seorang pria dewasa yang mapan. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Beni, sifat-sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.
Angel kini telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Erik dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana aku bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arahku. Sambil tersenyum ia berkata, “Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali sama Mama!”
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,
“Tunggu…, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?”
“Nama saya Elik, Tante.”
“Erik? Erik… Ya Tuhan! Kau benar-benar Erik?”
Aku langsung tersentak bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu, seperti sebuah film yang sedang diputar di kepala. Baru sekarang akua menyadari betapa jahatnya perbuatanku dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati…, mati…, mati… Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Erik melintas kembali di pikiranku. Ya Erik, Mama akan menjemputmu Erik…sabar ya nak….”
Sore itu aku memarkir mobil biruku di samping sebuah gubuk, dan Beni suamiku dengan pandangan heran menatapku dari samping. “Maryam, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Oh, suamiku, kau pasti akan membenciku setelah kuceritakan hal yang telah kulakukan dulu.” tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.
Ternyata Tuhan sungguh baik kepadaku. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangisku reda, aku pun keluar dari mobil diikuti oleh suami dari belakang. Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter didepan. Aku mulai teringat betapa gubuk itu pernah kutempati beberapa tahun lamanya dan Erik….. Erik……
Aku meninggalkan Erik di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih aku pun berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali… Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.
Namun aku tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Aku mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mataku mulai berkaca-kaca, aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan Erik sehari-hari…… Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, aku pun keluar dari ruangan itu… Air mataku mengalir dengan deras. Saat itu aku hanya diam saja. Sesaat kemudian aku dan suami mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tiba – tiba aku melihat seseorang di belakang mobil kami. Aku sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali aku tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!”
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Erik yang dulu tinggal di sini?”
Tiba – tiba Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Erik terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mamaaa…, Mamaaa!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Erik meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…..”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mama, mengapa Mama tidak pernah kembali lagi…? Mama benci ya sama Erik? Ma…., biarlah Erik yang pergi saja, tapi Mama harus berjanji kalau Mama tidak akan benci lagi sama Eric. Udah dulu ya Ma, Erik sayaaaang sama Mama, ……”
Aku menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Aku berjanji akan meyayanginya sekarang! Aku tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!” Suamiku memeluk tubuhku yang bergetar sangat keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erik telah meninggalkan dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mama-nya datang, Mama-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana … Ia hanya berharap dapat melihat Mamanya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda tidak terampuni!”

Aku kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

